Rabu, 12 September 2012

Renungan: Memaafkan Membuat Kita Dapat Menikmati Kedamaian

artikel-populer.blogspot.com - Renungan: Memaafkan Membuat Kita Dapat Menikmati Kedamaian

Di rumah saya sangat biasa sekali terjadi pertengkaran antara kedua

putri saya. Baik pertengkaran kecil kecilan maupun pertengkaran yang

cukup hebat. Biasanya saya mengajarkan kepada anak anak untuk saling

memaafkan jika mereka saling bertengkar.


"Namanya anak anak, walaupun cepat bertengkar, tapi juga cepat

berdamai kembali, seperti tidak ada apa pun yang terjadi. Mereka

dengan mudah dan cepat melupakan apa yang terjadi. Bagi saya itu

sebuah keajaiban otak manusia yang luar biasa. Mereka bisa berbaikan

kembali dan segera melupakan pertengkaran yang baru saja terjadi.

Berbeda dengan kita orang d3w4s4. Biasanya akan sulit sekali bagi

orang d3w4s4 untuk menghapuskan segala sesuatu yang terjadi, apalagi

jika menyangkut sebuah perselisihan. Seringkali kita membawa bawa

peristiwa masa lalu yang menyakitkan di dalam hati dan pikiran,

sehingga menjadi beban yang berkepanjangan.

Saya mempunyai sebuah kebiasaan dengan pasangan di rumah untuk tidak

membiarkan pertengkaran hingga melewati satu malam. Biasanya jika kami

berselisih paham, maka sebelum terlelap tidur malam salah satu dari

kami pasti berinisiatif untuk meminta maaf, sehingga kami berdua bisa

tidur dalam damai.

Hal ini sangat penting, karena walaupun kita tidur, namun otak kita

tetap bekerja memproses segala sesuatu yang kita pikirkan menjelang

tidur. Jika yang diproses adalah sesuatu yang menyenangkan, maka kita

akan tidur dengan nyenyak dan esoknya bangun dengan tubuh segar, namun

sebaliknya jika yang diproses adalah sebuah kepahitan hidup, maka akan

menjadikan kegelisahan dan esoknya pasti kita akan bangun pagi dengan

tubuh yang kesakitan.

Biasanya pula, sayalah yang selalu meminta maaf sebelum tidur jika

terjadi perselisihan, karena memang seringkali sayalah yang berbuat

salah, disamping saya tidak ingin menunda permasalahan hingga esok

hari.

Peristiwa pahit atau perselisihan dengan seseorang sangat sulit

dihapuskan dari pikiran seseorang. Bahkan mungkin hampir mustahil

untuk dilupakan. Seringkali jika kita mengingat kembali sebuah

peristiwa pahit, ada semacam perasaan tidak nyaman yang merayap ke

seluruh tubuh. Itu terjadi karena kita belum bisa memaafkan . Masih ada

dendam atau kepahitan dalam diri kita.

Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan berarti memaknai kembali

sebuah peristiwa dengan sudut pandang baru yang lebih positif. Semacam

pemrograman kembali atau menetralisir apa yang sudah terjadi, sehingga

kapanpun kita teringat kembali peristiwa tersebut, tidak akan terasa

menyakitkan, namun lebih banyak kita mengambil hikmahnya.

Jika kita tidak bisa memaafkan , maka kita sendirilah yang akan

menanggung kerugiannya, bukan orang lain. Tidak mudah memang, karena

saya pun mengalami banyak peristiwa dalam hidup yang harus saya

program ulang di dalam memori otak saya. Namun sesuli apa pun, demi

hidup yang lebih sehat dan damai, perlu kita lakukan.

Memaafkan adalah kualitas yang kuat, karena hanya orang lemah sajalah

yang sulit untuk memaafkan.