Senin, 13 Februari 2017

Menabung atau Investasi ???

Hasil gambar untuk menabung vs investasi
Menabung maupun Investasi telah dikenal oleh masyarakat, bahkan kalangan anak-anakpun sudah diajari untuk melakukan Investasi dengan cara menyisihkan uang saku atau lebih dikenal dengan menabung. Dalam pengartiannya saja sebagian orang menganggap bahwa investasi dan menabung adalah hal yang sama, tapi apakah Anda tahu bahwa kedua hal ini memiliki artian yang berbeda?

Perbedaan Menabung dan Investasi

Alasan yang membedakan investasi dan menabung berbeda adalah besarnya dana yang diperlukan untuk menggapai target yang diharapkan oleh orang tersebut, hasil dari pengumpulannya, penentuan waktu kebutuhan dimana uang atau lainnya dipakai ataupun disimpan dalam waktu tertentu, rencana pencapaian nilai yang dinginkan dan masih banyak lagi hal yang dapat membedakan investasi dan menabung. Untuk memahaminya lebih lanjut, mari simak penjelasan dibawah ini :
1. Secara garis besar Investasi berarti penanaman dana berupa uang/ perusahaan/ proyek/ aset lainnya dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penanaman tersebut. Dengan kata lain Investasi ialah pembelian suatu aset dimana pembelinya berharap mendapatkan keuntungan dari hasil produksi/jual tersebut dengan nilai yang lebih tinggi.
2. Di arti lain Investasi juga diartikan sebagai hasil usaha yang ditunda, dan akan dikonsumsi/dipakai dimasa mendatang. Keuntungan yang tertunda ini akan menjadi kompensasi bagi sang penanam atas masa waktu yang ditunggu untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi dalam proses menanam investasi terdapat kekurangan seperti adanya resiko apabila nilai aset yang dibeli/dimiliki jatuh sedangkan jika nilai asetnya naik maka pendapatan yang didapat akan berlipat ganda.
3. Dalam investasi ada dua jenis tipe investasi yaitu Riil Investment dan Financial Investment. Riil Investment, berarti penanam investasi memberikan investasi dalam jumlah tertentu dengan aset yang berwujud/dapat dilihat/dipegang seperti emas, bangunan, peternakan, tanah dan sebagainya. Financial Investment berarti penanam memberikan investasi dengan aset yang tak berwujud , seperti deposito, saham, obligasi dan masih banyak lagi. Investasi sangat dipengaruhi oleh naik turunnya inflasi yang ada, karena proses dalam inflasi secara terus-menerus saling berkaitan dengan mekanisme pasar dari berbagai jenis faktor sehingga apabila nilai investasi turun maka kerugian yang didapat juga akan turun secara drastis.
Manakah yang kita pilih?
Hasil gambar untuk bingung
Sebagian masyarakat mungkin saat ini masih ada yang beranggapan jika menabung di bank itu sebagai salah satu bentuk investasi keuangan, tapi apakah kita tahu bahwa kedua hal ini memiliki artian yang berbeda? Untuk memahaminya lebih lanjut, mari simak penjelasan dibawah ini :
Menabung
Menabung yang dikenal biasanya adalah dengan menyisihkan uang yang dimiliki untuk dikumpulkan sehingga jumlahnya terus bertambah. Uang yang ditabung disimpan dalam celengan, tabungan di bank, tabungan bersama pada sebuah komunitas (arisan) dan lain-lain. Nikmatnya menabung adalah memiliki pertumbuhan nilai yang lambat akan tetapi memiliki resiko yang sangat sedikit, tidak heran banyak masyarakat memilih menabung daripada berinvestasi.
Kebiasaan menabung merupakan hal yang baik, seperti anjuran nenek dan kakek kita. Namun, sayangnya dengan seiring laju inflasi yang tidak terkejar dengan meningkatnya nilai uang, pada kenyataannya nominal uang tabungan yang sudah susah payah dikumpulkan setelah sekian lama, menjadi merosot nilainya.
Kelebihan menabung misalnya di bank :
-    Menabung di bank memberikan manfaat bunga bank. Meskipun tidak semua orang setuju dengan bunga bank. Namun, bagi sebagian orang bunga bank menjadi daya tarik tersendiri untuk  untuk menyimpan dana mereka di bank.
-    Keamanan uang lebih terjamin
-    Dipermudah dengan adanya ATM (Anjungan Tunai Mandiri), jadi kita dapat lebih mudah melakukan transaksi atau mengambil uang kapan pun.
-    Risikonya sangat kecil
-    Dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)
Kekurangan menabung :
-    Dikenakan biaya administrasi setiap bulan
-    Bunga yang diberikan kecil
-    Tidak bisa mengambil uang dalam jumlah yang banyak secara mendadak, meskipun mengambilnya melalui ATM akan tetapi yang dapat diambil jumlahnya dibatasi.
-    Uang tidak berkembang
Investasi
Investasi merupakan penanaman dana dengan tujuan memperoleh imbal hasil di masa mendatang. Jika kita menyadari bahwa kebutuhan masa depan akan lebih besar, jelas kita akan melakukan perencanaan (investasi) guna memenuhi kebutuhan tersebut. Tentu kita akan menyempatkan diri berhemat dalam mengelola keuangan. Selain kebutuhan akan masa depan, seseorang melakukan investasi karena dipicu oleh banyaknya ketidakpastian atau hal yang tidak terduga dalam hidup ini seperti keterbatasan dana, kondisi kesehatan, musibah, kondisi pasar modal dan laju inflasi yang tinggi. Itulah tantangan tambahan yang perlu kita hadapi. Akan tetapi, adanya alternatif instrumen (efek) investasi memungkinkan kita bisa memenuhi kebutuhan masa depan, dengan menentukan prioritas kebutuhan, menetapkan perencanaan yang baik serta implementasi secara disiplin.
Dalam investasi ada dua jenis tipe investasi yaitu :
1.    Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.
Dalam Suatu garis besar investasi dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu investasi riil dan investasi non riil. Investasi riil adalah suatu usaha investasi dengan objek investasi berupa objek riil atau nyata. Objek riil yang dimaksud dapat berupa properti, tanah, perhiasan, dan lain-lain. Intinya objek investasi riil adalah segala sesuatu yang dapat memiliki pertambahan nilai serta dapat diakses langsung oleh pemilik kapan saja.
2.    Financial Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.
Ada beberapa instrumen investasi keuangan, yaitu :
-    Deposito
-    Obligasi
-    Saham
-    Reksa Dana
Setiap instrumen investasi tersebut mempunyai risk (resiko) dan return (hasil investasi) yg berbeda.
Adapun kelebihan berinvestasi :
-    Pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih cepat
-    Dana lebih aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
-    Dana dikelola oleh pihak profesional atau badan/lembaga resmi yang memiliki legalitas yang jelas
-    Dapat melawan inflasi
-    Dapat memenuhi kebutuhan kita di masa depan, misalnya buat pendidikan anak atau dana pensiun
Kekurangan berinvestasi :
-    Lebih beresiko walaupun dapat memberikan banyak keuntungan
-    Tidak ada lembaga penjamin
-    Karena untuk kepentingan jangka panjang, jadi investasi tidak digunakan untuk kepentingan mendadak atau untuk jaga-jaga
Lalu lebih baik mana, menabung atau berinvestasi?
Banyak sekali yang kebingungan untuk memaksimalkan “kelebihan” penghasilan rutin kita. Di sisi lain menabung itu baik tetapi investasi itu juga penting. Siapa sih yang bakal menjamin kita akan hidup makmur dan berkecukupan selamanya. Bayangkan saja suatu saat kita pensiun, dipecat dari kerjaan, sakit atau hal-hal yang tidak ingin di bayangkan lagi. Atas dasar ini menabung dan berinvestasi memiliki perbedaan. Menabung dilakukan untuk berjaga-jaga dari problem keuangan yang akan menimpa anda suatu saat.
Lalu kalau investasi biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka panjang yang akan datang dengan tujuan keuangan tertentu yang membutuhkan dana yang besar. Misalnya, kita berinvestasi untuk menyiapkan biaya sekolah anak, membeli kendaraan, pergi haji atau menyiapkan dana hari tua (masa pensiun). Mengingat adanya kenaikan tingkat harga (inflasi) yang terjadi setiap tahun semakin tinggi, maka kegiatan investasi ini harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kemampuan daya belinya di masa mendatang. Sebab, potensi keuntungan (return) yang dihasilkan dari berinvestasi bisa lebih besar dan mampu melawan inflasi yang terjadi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah risiko, karena setiap jenis investasi mengandung risiko dan keuntungan yang saling berbanding lurus. Artinya, semakin tinggi risiko yang dapat kita tanggung maka potensi keuntungan akan semakin besar pula (high risk high return). Di sisi lain, berkaitan dengan risikonya, menabung relatif lebih aman bila dibandingkan dengan investasi. Namun keuntungan (return) yang dihasilkan pun kecil yang sesuai konsep low risk low return. Menabung biasanya untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menjadi tempat untuk dana darurat karena memiliki likuiditas yang tinggi. Apabila sewaktu-waktu kita membutuhkan dana, uang tabungan dapat langsung ditarik atau dicairkan. Sedangkan berinvestasi utamanya untuk jangka waktu panjang sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal.
Idealnya, dalam mengatur keuangan adalah kita memiliki tabungan yang dijadikan sebagai darurat dan investasi sebagai tempat untuk mengembangkan uang yang dapat memenuhi kebutuhan atau tujuan keuangan di masa depan. Namun, yang perlu diketahui untuk mencapai tujuan finansial jangka menengah hingga panjang, berinvestasi jauh lebih menguntungkan.
Semoga bermanfaat!