Senin, 07 Mei 2012

Pengakuan Suami Istri

Joko sedang berbaring di tempat tidur karena sakit… hanya menunggu waktu.
Isterinya, Santi berada di sampingnya. Santi memegang tangannya yang lemah dan menangis sesegukkan.
Ketika Santi berdoa, ia memandang isterinya dan bibirnya yang pucat mulai berkata secara perlahan.
“Santi, isteriku,” ia berbisik.
“Suamiku, jangan berbicara, istirahatlah.”
“Santi, saya harus mengakui sesuatu,” ia berkata dengan lemah.

“Tidak ada yang perlu di akui,” jawab Santi dengan bersedih.
“Semuanya baik-baik saja, tidurlah,” kata isterinya sambil menangis.
“Tidak saya ingin mati dengan damai. Santi, saya telah berlaku curang dengan kakakmu, teman baikmu, dan ibumu.”
“Saya tahu…,” jawabnya. “Karena itulah saya meracuni kamu…”