Kamis, 12 Juli 2012

Hari Raya Siwalatri

Hari Raya Siwarâtri

(Arti, Cerita, dan Makna di Balik Hari Raya Tersebut)


Dewa Siwa
Siwarâtri berarti malam renungan suci atau malam peleburan dosa. Hari Siwarâtri jatuh pada Purwanining Tilem ke VII (Kapitu), yaitu sehari sebelum bulan mati sekitar bulan Januari. Pada hari ini kita melakukan puasa dan yoga samadhi dengan maksud untuk memperoleh pengampunan dari Hyang Widhi atas dosa yang diakibatkan oleh awidya (kegelapan).
Ada 3 jenis Brata pada hari raya Siwarâtri terdiri dari:
  1. Utama, melaksanakan:
    1. Monabrata (berdiam diri dan tidak berbicara).
    2. Upawasa (tidak makan dan tidak minum).
    3. Jagra (berjaga, tidak tidur).

Hari Raya Saraswati

Di Indonesia khususnya di Bali, perayaan ini sudah amat terkenal di kalangan umat Hindu. Tetapi belum begitu banyak yang memahami apa makna dan inti perayaan suci ini. Karena tradisi atau upacara ini berasal dan warisan nenek moyang dan adat secara turun-temurun. Kita hanya meneruskan saja tradisi ini, dan kurang memahami apa makna dan inti yang sebenarnya.
Hari Raya Saraswati adalah perayaan hari diturunkannya ilmu pengetahuan (vidya) dan Tuhan Yang Maha Esa melalui sinar suci-Nya Dewi Saraswati. Pada hari ini adalah waktu yang sangat baik dan tepat untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dianugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan, sehingga kita akan terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan atau kebahagiaan abadi.
Perayaan ini berdasarkan perhitungan wuku dilaksanakan enam bulan sekali, tepatnya pada wuku Watugunung hari Saniscara (Sabtu). Pada tahun 2005 ini jatuh pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2005 Masehi, atau Saniscara Umanis wuku Watugunung,Chandra ke-16 Sasih Kasa tahun 1927 Saka, atau bulan Akhad tanggal 16 pada rasi bintang kumba tahun 2062 Sambat.
SIAPAKAH DEWI SARASWATI ?

Puja Tri Sandya dan Artinya

Trisandya atau Puja Trisandya adalah mantram dalam agama Hindu khususnya bagi umat Hindu di Bali dan umat Hindu di Indonesia pada umumnya. Mantram Trisandya dilaksanakan untuk persembahyangan 3 ( tiga) kali dalam sehari yaitu pagi hari pada saat matahari baru terbit (pukul: 06.00) siang hari pada saat matahari tepat berada diatas kepala (pukul 12.00) dan sore hari pada saat matahari terbenam (pukul 18.00). Bait pertama dari trisandya adalah berasal dari Gayatri Mantram yang tertuang dari Veda.
Adapun mantra dari tri sandya adalah sebagai berikut:
“MANTRA PUJA TRI SANDYA”
Om, Om
Om Bhur Bhuwah Swah,
Tat Sawitur Warenyam,
Bhargo Dewasya Dhimahi,
Dhiyo Yo Nah Prachodayat,
Artinya:
Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci.

Banyupinaruh

Sehari setelah perayan hari raya Saraswati selalu di ikuti dengan Banyupinaruh yang banyak di lakukan umat Hindu dengan mandi ke laut atau sumber-sumber air  guna menyucikan diri atau Melukat.